Definisi lean
LEAN bisa didefinisikan
dari beberapa perspektif:
1.
Lean adalah tentang bagaimana
menghilangkan segala macam WASTE (aktivitas yang tidak memberi nilai tambah) di
sepanjang aliran bisnis process .
2.
Lean adalah pemikiran (thinking dan
filosofi) untuk menghasilkan lebih banyak dengan resources lebih sedikit.
3.
Lean adalah sistem produksi yang
menciptakan ONE PIECE FLOW dan PULL SYSTEM yg juga dikenal dengan istilah Just
In Time atau Toyota Production System.
4.
Lean adalah sekumpulan technical analysis
tools (toolset) untuk memperpendek PROSES LEADTIME dengan meningkatkan
produktivitas mesin, manpower, dan material.
5.
Lean adalah management system yang
MENGEMPOWER (mendayagunakan) setiap karyawan untuk mencapai tujuan organisasi
dengan konsep terencana.
6.
Lean adalah budaya untuk melakukan
perbaikan proses terus menerus (KAIZEN) dan budaya menghargai orang lain
(RESPECT FOR PEOPLE).
7.
Lean adalah visi untuk mencapai perfection
menuju ZERO LOSSES: zero defect, zero rework, zero accident, zero customer
compaint, zero downtime.
Produksi
ramping (bahasa Inggris:
lean production, lean manufacturing) adalah praktik produksi yang
mempertimbangkan segala pengeluaran sumber daya yang ada untuk mendapatkan
nilai ekonomis terhadap pelanggan tanpa adanya pemborosan, dan pemborosan
inilah yang menjadi target untuk dikurangi. Lean selalu melihat nilai produk
dari sudut pandang pelanggan, di mana nilai
sebuah produk didefinisikan sebagai sesuatu yang mau dibayar oleh pelanggan.
Pada
dasarnya, lean berpusat pada "mendapatkan nilai dengan sesedikit mungkin
pekerjaan". Lean manufaktur merupakan filosofi yang dikembangkan oleh Toyota dalam Toyota Production System (TPS).[1][2] TPS dikenal karna fokusnya mengurangi 7 pemborosan atau yang dikenal dengan
istilah "MUDA" (bahasa jepang), untuk meningkatkan nilai pelanggan
secara keseluruhan, tetapi ada beberapa perspektif tentang cara pencapaiannya.
Lean
manufacturing adalah sebuah cara berpikir, filosofi, metode dan strategi
manajemen untuk meningkatkan efisiensi di lini manufaktur atau produksi. Metode
ini diadaptasi dari Toyota Production System (TPS). Tujuan utama lean
manufacturing adalah memaksimalkan nilai (value) bagi pelanggan dan
meningkatkan profitabilitas perusahaan dengan menghilangkan aktivitas yang
tidak memberikan nilai tambah (waste).
Implementasi
Lean Manufacturing (metode serta tools-nya) dilakukan secara terus-menerus
untuk menciptakan perbaikan pada proses dan inovasi di perusahaan, sehingga
perusahaan tersebut melakukan apa yang disebut continuous improvement (CI)
untuk mencapai operational excellence dan customer intimacy.
8 Waste dalam Lean
Manufacturing
Karena
fokus utama dari Lean adalah menghilangkan waste dalam proses, maka dalam
konsepnya terdapat 8 macam waste (aktivitas tanpa nilai tambah dari kacamata
pelanggan) yang umumnya terjadi dan harus dihilangkan. 8 Waste tersebut
diantaranya:
1.
Waste Transportasi – waste ini
terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak diperlukan seperti
penempatan sementara, penumpukan kembali, perpindahan barang.
2.
Waste Kelebihan Persediaan –
inventori, stok atau persediaan yang berlebihan.
3.
Waste Gerakan – waste ini berupa
waktu yang digunakan untuk mencari, kemudian gerakan yang tidak efisien dan
tidak ergonomis.
4.
Waste Menunggu – waste ini termasuk
antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang dsb.
5.
Waste Kelebihan Produksi – menghasilkan
produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal.
6.
Waste Proses Berlebih – penambahan proses
yang tidak diperlukan bagi barang produk hanya akan menambah biaya produksi.
7.
Waste Defect – kerja ulang tidak ada
nilai tambahnya (pelanggan tidak membayar).
8.
Waste keterampilan – manajemen tidak
memanfaatkan kemampuan dan keterampilan staf dengan benar bahkan tidak
melibatkan mereka dalam proyek improvement di organisasi
Semua
jenis waste ini sering terjadi tanpa disadari, karena telah dianggap sebagai
sesuatu yang wajar dan umum, padahal sesungguhnya sangat merugikan, khususnya
sering menyebabkan pertambahan biaya operasional (cost)
yang seharusnya bisa dihindari. Karena itu, penerapan Lean dapat membantu
organisasi memotong biaya yang tidak perlu, sekaligus meningkatkan revenue.
Lean di Industri Selain
Manufaktur
Walaupun
terlahir dari industri manufaktur, konsep Lean ternyata dapat juga diterapkan
dalam bidang-bidang berbasis pelayanan. Lean dalam bidang pelayanan menyandang
prinsip yang sama, yaitu ‘Perbaikan yang Berkesinambungan’ dan ‘Menghilangan
aktifitas non-value-add alias waste. Namun bedanya, prinsip-prinsip ini
diterapkan dalam bisnis layanan seperti call center, pelayanan
kesehatan, software development, serta jasa profesional lainnya.
Secara
konsep, implementasi Lean di industri jasa hampir sama dengan penerapan Lean Enterprise pada industri manufaktur,
dan seringkali menggunakan teknik dan ‘alat’ yang sama. Karena itu, dalam
bisnis layanan jasa juga terdapat beberapa bentuk pemborosan seperti halnya
dalam industri manufaktur, yang dapat menghambat operasional dan merugikan
perusahaan. Seperti, pudarnya loyalitas, hilangnya kepercayaan pelanggan,
berkurangnya profit, yang akan mempengaruhi image perusahaan di mata umum
secara langsung.
Sumber:
Mana kutipan artikel saya???
BalasHapus